Hati-hati Buat Siapa Saja Yang Ingin Lakukan Sedot Lemak, Seorang Wanita Meninggal di Klinik Kecantikan Saat Melakukan Operasi Sedot Lemak

Seorang wanita Hong Kong meninggal di rumah sakit Taiwan pada hari Selasa, (23/1/2018). Ia diduga meninggal setelah menjalani operasi di klinik kecantikan setempat.

Dilansir Grid.ID dari The Star, polisi Taiwan mengatakan bahwa wanita asal Hong Kong berusia 52 tahun itu, bermarga Ma. Wanita itu sedang menjalani operasi di Just Make Plastic Clinic di Zhongxiao East Road di distrik timur Taipei, Taiwan.

Operasi tersebut dilaporkan merupakan prosedur sedot lemak. Ma dilaporkan menderita komplikasi saat obat bius sedang diberikan. Ma dibawa ke Rumah Sakit Umum Cathay di mana dia kemudian meninggal.

Polisi mengatakan bahwa tidak ada yang ditangkap sehubungan dengan kasus tersebut. Dokter dalam operasi, yang bermarga Liu, ahli anestesi dan dua perawat yang terlibat sedang diselidiki. Liu dan rekan-rekannya terlihat meninggalkan sebuah kantor polisi pada Selasa malam. Mereka tidak menanggapi pertanyaan media. Namun dokter Liu dilaporkan diskors dari tugasnya.

Pendiri dan kepala klinik tersebut, Dr Pete Lee Jin-liang mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (24/1/2018) bahwa penyebab insiden tersebut belum dapat dipastikan.

Lee, yang lulus dari sekolah kedokteran Yang-Ming National University, mengatakan bahwa ahli bedah yang terlibat memenuhi syarat. Ahli bedah dikatakan berpengalaman baik dengan operasi semacam ini. Prosedur operasi juga dikatakan sesuai dengan pengetahuan profesional klinisnya.

“Kami sangat menyesalkan insiden tersebut,” katanya.

Lee menambahkan bahwa klinik tersebut akan memberikan bantuan kepada penyidik, terlepas dari penyebab kematian Ma.

Lee, seorang ahli bedah plastik terkenal yang juga menantu pembawa program TV Taiwan Hu Gua, mendirikan klinik tersebut pada tahun 2008. Klinik milik Lee sering dikunjungi oleh selebriti lokal.

Polisi di Taipei mengatakan keluarga Ma akan pergi ke Taiwan untuk menangani masalah terkait. Ahli anestesi (bius) yang terlibat dalam operasi sedot lemak wanita tersebut pernah terlibat dalam insiden medis sebelumnya.

Pada tahun 2004, sang ahli anestesi menerima hukuman penjara lima bulan dari pengadilan atas keterlibatannya dalam sedot lemak setelah seorang wanita meninggal. Dia kemudian membayar hukuman penjara dengan denda uang.

Pada tahun yang sama, keluarga seorang anak laki-laki berusia empat tahun menggugat sang ahli anestesi setelah anak tersebut meninggal saat operasi. Namun sang ahli anestesi kemudian dibebaskan.

Sumber : grid.id